Langsung ke konten utama

Cahaya Hati


Sebenarnya bukan Risma saja yang akan tertarik membaca terjemah dan tafsir surat Al Baqarah tadi. Diskusi denganya membuatku merasa wajib membaca dan merenungkan kembali tafsir ayat-ayat itu.

Mengapa orang sekelas pak ustazd, guru mengaji yang ilmu agamanya tidak diragukan dapat tergolong menjadi orang munafik. Berdalih perbaikan namun sejatinya malah merusak karena mengajak kepada yang  mungkar. Lama aku termenung, mengulang dan membaca lagi maksud tafsir ayat itu.

Cahaya hati,  keimanan yang sudah ada dan sangat terang itu ternyata  bisa sekejap saja diambil oleh Allah. Jikalau Dia berhendak mencabut cahaya yang menyinari hati, maka seketika akan gelap gulita. Oleh karenanya, meskipun sebelumnya ia seorang pemuka agama, paham Islam, dengan mudah seolah berpaling dalam kesesatan.

Sungguh sangatlah merugi, ketika Allah mencabut cahaya itu, seolah dia tidak memiliki pengetahuan sedikitpun. Seakan Allah menutup semua indranya sehingga tidak dapat melihat kebenaran dan merasakan kebajikan. Karena cahaya hati adalah hak prerogative Allah sepenuhnya. Ketika Ia melenyapkannya  menjadi gelap gulita maka tiada daya upaya untuk dapat menerangkannya kembali.

Jadi tidaklah perlu heran mengapa ada dan barangkali banyak para alim ulama yang berdiri teguh di belakang calon pemimpin non muslim.  Karena sebenarnya saat itu Allah telah mencabut cahaya di hati mereka. Meskipun kita mengingatkan bahkan berteriak kepada mereka bahwa mereka sedang membuat kerusakan, maka sedikitpun kita tidak dapat mengembalikan cahaya kebenaran yang telah tercerabut itu.

Kututup tafsir Ibnu Katsir dengan helaan nafas panjang. Semoga Allah berkenan memberi cahaya di hati ini dan tidak mencabutnya walau sekejap saja. Sungguh, diri ini tidak berpengetahuan sedikitpun.

#9



Komentar

Postingan populer dari blog ini

DENAH RUANG GURU

Sebagai warga di dalam lingkungan sekolah tentu saja pasti terlibat dalam rutinitas pekerjaan sekolah. Saya sebagai seorang guru mulai hari Senin sampai dengan Jum'at   hadir dan beraktivitas di sekolah. Menjadi tokoh pembelajaran di kelas, menyelesaikan tugas-tugas administrasi di ruang guru, kadang kala bercengkraman dengan siswa di koridor kelas ataupun di perpustakaan sekolah.  Namun mengingat padatnya jadwal mengajar, maka waktu saja banyak dibelanjakan di dalam pembelajaran. Sisa waktu, biasanya saya gunakan untuk mengoreksi tugas-tugas siswa, menyelesaikan segala administrasi guru yang sedikit. Maksudnya sedkit-sedikit diminta mengumpulkan berkas :) Nah kegiatan tersebut sering saya habiskan di ruang guru. Ruang guru adalah tempat yang nyaman untuk guru. Sayangnya bagi siswa belum tentu demikian. Siswa terkadang terlihat enggan untuk datang ke ruang guru. Misalnya siswa yang berkepentingan mengumpulkan tugas biasanya hanya menitip kepada  temannya untuk di...

Contoh Miskonsepsi

Setiap memulai tahun pelajaran baru, saya yang biasanya mengajar di kelas X beberapa kali (jika tidak ingin disebut sering) menemui cerita yang sama. Diantaranya adalah siswa yang belum hafal perkalian. Karena untuk mempercepat proses kalkulasi selain paham konsep perkalian, siswa sangat disarankan hafal perkalian. Namun beberapa siswa masih kesulitan dalam hal ini. Selain itu, masalah operasi bilangan negatif positif juga sama. Masih saja mereka kesulitan menyelesaikannya padahal sudah menginjak kelas X di SMA. Bahkan, bila saya mengulang kembali konsep operasi bilangan. Kesalaha tetap terjadi lagi. Seolah pelajaran terdahulu mereka sulit sekali dirubah. Apa yang mereka pahami pada awal mengenal konsep operasi seringkali belum benar.  Banyak faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya adalah miskonsepsi dan atau memang belum paham konsep. Saya sangat tertarik dengan faktor miskonsepsi. Karena hal ini perlu menjadi perhatian guru. Istilah yang kadang diberikan guru akan melek...

TESELASI

Bagi sebagian orang jika mendengar kata teselasi pasti terasa asing. Namun apabila disebutkan kata pengubinan maka hampir semua orang akan memiliki makna untuk kata tersebut. Ubin atau "keramik" digunakan untuk menutupi permukaan lantai. Lantai dapat tertutup penuh oleh ubin yanng disusun tanpa meninggalkan satu permukaan kosong. Mungkin demikian yang ada dibenak setiap orang ketika disebutkan kata pengubinan. Sama halnya dengan pengertian teselasi (tesselation dalam bahasa inggris) atau pengubinan. Teselasi adalah penyusunan pola atau bentuk yang berulang untuk menutupi seluruh permukaan bidang datar sehingga tidak ada bagian yang kosong. Contoh teselasi yang paling mudah ditemukan pada batik.  Di bawah ini gambar teselasi pada batik.        Teselasi dibuat dengan satu pola (bentuk) dasar berupa bidang beraturan. Ditinjau dari pola dasarnya tersebut, teselasi terbagi menjadi 3 jenis. Yaitu teselasi segitiga sama sisi, teselasi persegi...