Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Seni Merencanakan

Seni merencanakan, apakah sudah pernah mendengarnya, atau bahkan sudah memilikinya. Seingat saya orang-orang ‘perencanaan’ itu adalah otaknya sebuah intansi. Mereka pintar sekali membuat rencana strategis (Renstra), atau apalah namanya saya juga kurang paham. Dan kabar baiknya, banyak dari teman-teman saya duduk pada bidang perencanaan di kantornya. Catat ya, banyak, artinya lebih dari dua   orang 😊 Beruntung bisa berteman dengan para otak sebuah kantor. Baiklah kembali lagi kepada pokok bahasan. Saya pernah membaca, katanya berencanalah, jika tidak, maka kita akan masuk ke dalam rencana orang lain. Di lain kesempatan saya juga membaca, lebih dari 70% perencanaan biasanya berhasil. Wah, sepertinya ini hasil riset, berani menyebut angka. Intinya adalah membuat rencana itu adalah penting, malah sangat penting. Buatlah rencana hidup kita. Rencana sehari ke depan, sebulan ke depan, setahun kemudian, lima tahun lagi atau lebih lama lagi. Apakah akan menjadi seperti air yang menga

Dengki

Saya tersenyum penuh arti pada sebuah adegan film. Ada pesan cukup dalam yang ingin disampaikan pembuat naskah cerita. Intinya adalah kita akan bersedih jika mengetahui teman kita tidak berhasil sedangkan kita berhasil. Tetapi kita akan lebih bersedih lagi jika mengetahui teman kita   berhasil dan ia mampu mengungguli kita. Apa ya… intinya ada sebuah perasaan berbeda ketika melihat seseorang dilebihkan dibanding kita, meskipun itu sedikit. Perasaan tidak ingin dikalahkan, perasaan ingin selalu di atas atau lainnya yang sedikit sulit saya dekripsikan. Barangkali jeleknya dapat disebut perasaan iri atau   dengki. Gambaran dengki dalam cuplikan film tadi lebih beradab. Setidaknya hanya berupa perasaan sedikit lesu dan sedih ketika mengetahui temannya mendapatkan peringkat yang lebih baik. Dengki menurut KBBI adalah menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Nah, makna di sini lebih seram lagi, ada benci dan rasa tidak su

Mempelajari Al Quran

Al-Quran diturunkan dalam Bahasa Arab, Allah yang lebih mengetahui mengapa demikian. Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling indah. Meskipun saya sulit menjelaskan mengapa dikatakan indah, namun setidaknya aku paham mengapa. Semoga yang membaca dapat memaksakan diri untuk memaklumi maksud saya 😊 Tersebutlah sebuah cerita di sebuah kelas kursus Bahasa Arab. Awal pertemuan kurusu tentu didahului dengan sesi perkenalan. Hampir sebagian besar peserta kursus yang hadir telah memperkenalkan diri. Tinggal beberapa peserta yang duduk di barisan paling belakang. Lalu tibalah giliran seorang gadis bermuka pucat untuk memperkenalkan dirinya. “Assamualaikum warahmatullah wabarakatuh, perkenalkan nama saya Hunan Frisilia, saat ini kuliah semester dua di pasca sarjana UPI jurusan Fisika.” Hunan memperkenalkan diri. “Anti kuliah S2 Fisika, mengapa mau mengikuti kursus ini?” Tanya sang ustazdah yang telah siap memberikan materinya. “Saya ingin mempelajari Al Quran ustadzah, kan Bahasa Al

Mengubah Diri Sendiri

Hari itu semua tertegun termasuk pemuda yang bertanya tadi. Sedangkan saya ikut terdiam sambil menekuri makna dari maksud pesan sang fasilitator. Iya, kala itu saya sedang mengikuti pelatihan guru ditingkat nasional. Senang rasanya dapat berkumpul dengan guru-guru di seluruh pelosok tanah air. Cerita-cerita bagaimana perjuangan mereka mengajar di daerah terpencil memberi keanekaragamaan warna dalam kelas mereka. Kembali kepada pemuda tadi, seorang guru dari salah satu kabupaten di pulau Sumatera. Guru baru yang sangat bersemangat. Kemampuan profesionalnya tidak perlu diragukan. Sepanjang pelaihan ia terlihat sangat aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan. Lalu sampailah pada sesi seorang fasilitator sepuh yang menyampaikan materinya. Saat itu materi tentang soal-soal HOTS yang sedang popular saat ini. Soal-soal High Order Thinking yang menguji penalaran, kreatifitas serta kemampuan tingkat tinggi lainnya. Soal-soal terkait dengan   materi yang diajarkan pada level SMA. Namu