Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Syarat Pangkat Rasional

Ini adalah oleh-oleh sepulang diklat. Kebetulan beberapa hari lalu saya berkesempatan diklat dan bertemu dengan guru-guru hebat Sumatera. Di sana saya  mendapat banyak ilmu dari narasumber yang luar biasa, yaitu Mr. Sigit Tri Guntoro dari P4TK Matematika dan Mr. Alimudin dari Universitas Negeri Makasar. Biasa, sepulang diklat saya sering membawa serta berbagai pertanyaan dan bahan renungan, ciiyee. Salah satunya adalah yang akan saya ceritakan di bawah ini. Sebenarnya sih banyak lagi, namun ini terlebih dahulu akan saya ceritakan. Meski ada juga pertanyaan tengil yang layak dijawab, tapi nanti saja di  space  lain akan saya bahas. Ini saja dulu. Jadi begini, serius ini.... Ada sebuah soal sederhana tentang materi eksponen. Soalnya sederhana tapi menarik dan buat saya mikir. Eh, jarang-jarang ini saya mikir ^^ here we go . Pertanyaan ini membuat saya tersenyum, karena yakin saya pasti melupakan sesuatu.  Tapi apa ya? Pokoknya ada yang lupa. Pertanyaan inipun akhirnya terj

Kelas Online, Tantangan atau Kesulitan

Sudah sejak tiga tahun lalu saya ingin sekali membuat kelas online untuk pembelajaran di sekolah. Namun baru semester ini dapat terlaksana. Sejak saya mengikuti diklat online, mendapat ilmu serta sharing teman yang terlebih dahulu mengenal kelas maya ini, maka bertambah keinginan saya untuk menerapkan kelas online dalam keseharian pembelajaran di sekolah. Tapi lagi-lagi saya terbentur  dengan aturan dan keadaan. Di sekolah siswa dilarang membawa ponsel. Kemudian pula saat ditanya kepada semua siswa, ada saja siswa yang tidak dapat mengakses internet. Baik dengan alasan tidak memiliki laptop atau ponsel pintar, ada pula yang terkendala tidak adanya koneksi internet di desanya. Dulu semua itu menjadi kesulitan yang belum dapat dicarikan solusinya. Dulu rencana kelas online mentok dialasan yang sama setiap tahunnya. Untunglah, tahun ini saya tersadarkan. Jika alasan yang selama ini menunda kelas online bukanlah sebuah kesulitan. Ternyata alasan-alasan klise itu adalah tantangan

Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)

Tidak banyak informasi yang dapat ditemukan ketika berselancar dengan kata kunci SILN. Informasi yang didapat biasanya tentang penerimaan GTK untuk SILN yang dirilis oleh Kemdikbud. Namun apa dan bagaimana seleksi GTK SILN itu sendiri secara rinci jarang dikupas. SILN adalah akronim untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Yaitu sekolah milik Indonesia yang berada di luar negeri yang mendidik anak-anak pekerja Indonesia di luar negeri. Belum lama lalu, tepatnya tanggal 4 s.d 7 Agustus  diadakan seleksi GTK untuk SILN di Hotel Atlet Century Senayan Jakarta. Tempat ini sangat strategis, dikarenakan tidak jauh dari gedung Kemdikbud sendiri. GTK untuk SILN dalam seleksi ini akan ditempatkan di Riyadh, Jeddah, Mekkah, Den Haag, Yangon, Singapura, Moscow, Kinabalu, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Cairo. Rupanya rangkaian tes seleksi cukup padat. Sebenarnya dari awal penjaringan pesera secara online sudah dilakukan. Selanjutkan peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi online diminta untuk me