Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Matematika Rekreasi dan Peredaran Matahari

Matematika itu menyenangkan, ups…jangan protes dulu. Saya mahfum,  seperti hasil survei saya didua kelas SMK 1  Koba yang berjumlah 62 siswa  hanya 3 orang siswa saja  yang menjadikan matematika sebagai mata pelajaran favoritnya. Meskipun demikian ,bukan berarti matematika menjadi tidak menyenangkan. Adalah matematika rekreasi  yang meyajikan masalah matematika sebagai ‘kendaraan’ menyampaikan materi/substansi matematika.  Materi  matematika rekreasi  ini dapat juga digunakan sebagai pengantar pembelajaran sebagai trigger ataupun sebagai pemanasan untuk menyiapkan siswa secara mental agar siap mempelajari materi matematika tertentu. Sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses menegaskan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian se

Penyusunan Soal USBN

Tidak pernah terlintas jika USBN jadi diberlakukan. Ibarat rumah, USBN sudah seperti serambi tetangga. Rupanya karena lamaran ditolak (baca; moratorium UN ditolak presiden), maka dengan malu-malu UN tetap jadi dilaksanakan. Tentu saja para proktor dan teknisi cukup berlega hati. Woro-woro UNBK akan diselesaikan dengan elegan. Apalagi para penulis soal HOTS yang sudah terseleksi oleh Puspendik secara online. Email balasan akan ada kelanjutannya. Bisa jadi pengalaman yang sangat luar biasa. Tanggal 17-21 Desember lalu Direktorat GTK Dikmen mengadakan Pelatihan Pengembangan Karir Guru dalam Penyusunan Soal USBN Tahun 2016, bertempat di Hotel Maharani Jakarta Selatan. Sasaran Diklat adalah 90 orang guru dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Barangkali terdengar janggal, diklat dengan peserta berasal dari satu provinsi diadakan di Jakarta. Karena menurut hemat para peserta, akan sangat efisien jika diklat diadakan di Bangka Belitung saja. Namun denga

Anakku

Kemarin anakku menelpon. Ya, aku katakan anakku. Karena ketika kami berbicara, seorang temannya bertanya.  "Itu mamak ya?  Lalu anakku menjawab, "bukan, ini guru SMA ku. Kemudian aku menimpali, "iya, ini mamak juga". Terdengar nada senang dari anakku ketika mendengar sergahku.  "Iya, ini mamakku juga" sahut anakku. Kata itu sesungguhnya sudah lama ingin aku katakan. Benar adanya, gadis ayu itu adalah muridku. Ia menempuh SMA dimana aku mengajar di sana. Namun sebenarnya, aku tidak pernah sekalipun mengajarnya di dalam kelas. Selalu saja bukan aku guru matematikanya. Baik saat mengampu di kelas atau saat pelajaran tambahan pengayaan untuk persiapan UN. Kami kerap berinteraksi di luar itu. Ia paling sering ke rumahku. Paling banyak urusan kami adalah terkait Rohis SMAN 1 Koba. Ia adalah ketua keputrian di Rohis. Dalam satu hari terkadang lebih satu kali ia ke rumah. Bahkan sampai larut, meskipun ia tidak pernah bermalam di rumah. H