Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Seorang Matematikawan

100 Karya Muda

Rasanya tidak berlebihan menamakan target baru ini dengan program "100 Karya Muda". Sejak keikutsertaan lomba menulis lalu yang berbuah manis, saya yakin siswa SMAN 1 Koba dapat menyukseskan program ini. Tulisan mereka cukup bernas. Bahkan saya berpikir beberapa tahun yang akan datang mereka akan lebih terampil menulis ketimbang saya. Saat ini,  saya masih belajar menulis. Berbekal motivasi menulis sebelumnya dan penjelasan akan goa l dari program ini maka penulis-penulis muda  memulai karya. Tulisan artikel ilmiah populer mereka mulai diterbitkan. Karya Irma  KelasX IPA 1 Karya Nilam Munawaroh  Kelas X Bahasa Karya Sella Violetta Kelas X IPA 1 Terimakasih Rakyat Pos , berkat kesediaannya menerbitkan artikel dari penulis-penulis muda SMAN 1 Koba. Bersiaplah untuk menerima tulisan mereka lebih banyak lagi. Karena program ini bernama "100 Karya Muda".

Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer (Kemenangan Bersama)

Artikel ilmiah populer adalah salah satu bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI). KTI sendiri  merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik. Artikel ilmiah berupa  tulisan ilmiah populer yang disebarkan melalui media massa. Oleh karenanya meskipun artikel ini bersifat ilmiah, namun ditulis dengan menggunkan gaya bahasa populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum. Sebulan terakhir SMA Negeri 1 Koba mulai menggeliatkan penulisan artikel ilmiah populer untuk siswanya. Pemicunya adalah adanya lomba kepenulisan Karya Ilmiah Populer yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebenarnya informasi tentang diadakan lomba tersebut tidak langsung disampaikan secara tertulis ke pihak sekolah. Tetapi penyebaran informasi lomba tersebut secara online cukup efekti

Laporan Proyek Klinometer

Ternyata kreatifitas siswa itu bisa berkembang dengan sangat baik. Cukup dengan memberikan tugas terbuka. Sebagai lanjutan dari tugas klinometer, saya meminta siswa membuat laporan cara pembuatan klinometer dan cara pengukuran objek di ruang publik dengan menggunakan klinometer. Fotmatnya bagaimana, serta apa saja yang dituliskan pada laporan, saya serahkan kepada siswa untuk menuangkan ide serta pemikirannya. Sengaja pula saya meminta siswa membuat laporan pada buku catatan. Selain memudahkan saat belajar, juga untuk menghindari plagiarisme serta meminimalkan biaya pembuatan laporan. Hasilnya cukup baik, bahkan pada beberapa siswa sangat baik.  Siswa dengan tipe perfeksionis memilih membuat klinometer dengan proses pembuatan paling memakan waktu dan bahan dibanding bentuk klinometer lainnya. Ada pula siswa yang gemar berselfi ria, menuangkan laporan dengan berbagai pose dirinya saat membuat klinometer dan mengukur objek. Terdapat juga siswa yang gemar membuat kan

Scaffolding

Seminggu terakhir ini sekolah sedang melakukan renovasi atap. Para pekerja melakukan perbaikan bagian langit-langit atap yang rusak terkena air hujan. Karena gedung utama SMA Negeri 1 Koba berlantai dua maka pekerja menggunakan sebuah alat  bangunan di bawah ini. Scaffolding atau Perancah Bangunan Melihat alat ini  saya teringat dengan istilah scaffolding yang dipopulerkan oleh Vygotsky. Ternyata istilah scaffolding juga merujuk kepada istilah konstruksi bangunan.  Pengertian scaffolding menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.01/MEN/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi bangunan, perancah (scaffolding) adalah bangunan pelataran (platform) yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap pekerjaan kostruksi bangunan termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran. Vygotsky dengan aliran konstruktivismenya menyatakan bahwa scaffolding merupakan bentuk bantuan yang tepa