Langsung ke konten utama

Postingan

Covid 19 Hari Ini Di Saudi

Tepat dua minggu sejak diberlakukan penutupan sekolah dan lembaga pendidikan di Saudi Arabia. Sebagai salah satu sekolah yang berkedudukan di sana Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) mengikuti dengan taat aturan otoritas setempat yang melarang segala bentuk kegiatan sekolah sejak 9 Maret 2020.  Kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang sedang berlangsung diteruskan melalui tes online dengan platform Edmodo. Alhamdulillah sekolah sudah mempersiapkan hal ini. Guru-guru sudah menerima In House Training penggunaan Edmodo untuk penilaian. Seperti sebuah kebetulan, sekolah hanya meneruskan dan memaksimalkan pembekalan yang sudah diberikan untuk guru. Agenda akademik sekolah akhir tahun pembelajaran menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah. Bagaimana caranya agar kegiatan tetap berjalan, aman, serta mematuhi aturan otoritas setempat. Ini pelik, namun inshaAllah ada solusinya. Kondisi saat ini membuat warga sekolah harus tinggal di rumah. Perintah untuk tetap tinggal di rumah ini b...

Seni Merencanakan

Seni merencanakan, apakah sudah pernah mendengarnya, atau bahkan sudah memilikinya. Seingat saya orang-orang ‘perencanaan’ itu adalah otaknya sebuah intansi. Mereka pintar sekali membuat rencana strategis (Renstra), atau apalah namanya saya juga kurang paham. Dan kabar baiknya, banyak dari teman-teman saya duduk pada bidang perencanaan di kantornya. Catat ya, banyak, artinya lebih dari dua   orang 😊 Beruntung bisa berteman dengan para otak sebuah kantor. Baiklah kembali lagi kepada pokok bahasan. Saya pernah membaca, katanya berencanalah, jika tidak, maka kita akan masuk ke dalam rencana orang lain. Di lain kesempatan saya juga membaca, lebih dari 70% perencanaan biasanya berhasil. Wah, sepertinya ini hasil riset, berani menyebut angka. Intinya adalah membuat rencana itu adalah penting, malah sangat penting. Buatlah rencana hidup kita. Rencana sehari ke depan, sebulan ke depan, setahun kemudian, lima tahun lagi atau lebih lama lagi. Apakah akan menjadi seperti air yang m...

Dengki

Saya tersenyum penuh arti pada sebuah adegan film. Ada pesan cukup dalam yang ingin disampaikan pembuat naskah cerita. Intinya adalah kita akan bersedih jika mengetahui teman kita tidak berhasil sedangkan kita berhasil. Tetapi kita akan lebih bersedih lagi jika mengetahui teman kita   berhasil dan ia mampu mengungguli kita. Apa ya… intinya ada sebuah perasaan berbeda ketika melihat seseorang dilebihkan dibanding kita, meskipun itu sedikit. Perasaan tidak ingin dikalahkan, perasaan ingin selalu di atas atau lainnya yang sedikit sulit saya dekripsikan. Barangkali jeleknya dapat disebut perasaan iri atau   dengki. Gambaran dengki dalam cuplikan film tadi lebih beradab. Setidaknya hanya berupa perasaan sedikit lesu dan sedih ketika mengetahui temannya mendapatkan peringkat yang lebih baik. Dengki menurut KBBI adalah menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Nah, makna di sini lebih seram lagi, ada benci dan rasa...

Mempelajari Al Quran

Al-Quran diturunkan dalam Bahasa Arab, Allah yang lebih mengetahui mengapa demikian. Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling indah. Meskipun saya sulit menjelaskan mengapa dikatakan indah, namun setidaknya aku paham mengapa. Semoga yang membaca dapat memaksakan diri untuk memaklumi maksud saya 😊 Tersebutlah sebuah cerita di sebuah kelas kursus Bahasa Arab. Awal pertemuan kurusu tentu didahului dengan sesi perkenalan. Hampir sebagian besar peserta kursus yang hadir telah memperkenalkan diri. Tinggal beberapa peserta yang duduk di barisan paling belakang. Lalu tibalah giliran seorang gadis bermuka pucat untuk memperkenalkan dirinya. “Assamualaikum warahmatullah wabarakatuh, perkenalkan nama saya Hunan Frisilia, saat ini kuliah semester dua di pasca sarjana UPI jurusan Fisika.” Hunan memperkenalkan diri. “Anti kuliah S2 Fisika, mengapa mau mengikuti kursus ini?” Tanya sang ustazdah yang telah siap memberikan materinya. “Saya ingin mempelajari Al Quran ustadzah, kan Bahasa Al...

Mengubah Diri Sendiri

Hari itu semua tertegun termasuk pemuda yang bertanya tadi. Sedangkan saya ikut terdiam sambil menekuri makna dari maksud pesan sang fasilitator. Iya, kala itu saya sedang mengikuti pelatihan guru ditingkat nasional. Senang rasanya dapat berkumpul dengan guru-guru di seluruh pelosok tanah air. Cerita-cerita bagaimana perjuangan mereka mengajar di daerah terpencil memberi keanekaragamaan warna dalam kelas mereka. Kembali kepada pemuda tadi, seorang guru dari salah satu kabupaten di pulau Sumatera. Guru baru yang sangat bersemangat. Kemampuan profesionalnya tidak perlu diragukan. Sepanjang pelaihan ia terlihat sangat aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan. Lalu sampailah pada sesi seorang fasilitator sepuh yang menyampaikan materinya. Saat itu materi tentang soal-soal HOTS yang sedang popular saat ini. Soal-soal High Order Thinking yang menguji penalaran, kreatifitas serta kemampuan tingkat tinggi lainnya. Soal-soal terkait dengan   materi yang diajarkan pada level SMA. ...

Ketenangan

Aku perhatikan Indah, ia hafal surah Yasin. Tak perlu membaca, gadis bermata sayu itu sudah dapat melafalkan setiap ayatnya mengikuti suara keras pak Ustadz yang memimpin membaca Yasin. “Indah hebat, bisa hafal surat Yasin. Rutin membacanya ya?” Sambil tersenyum aku mengapresiasi Indah sekaligus memastikan. “Dulu bu, waktu mama meninggal Indah setiap hari membaca Yasin. Kalau sekarang setiap malam Jum’at saja.” Indah menjelaskan. Sesuai dugaanku, saat ini biasanya hanya orang-orang tua yang hafal surat Yasin. Anak-anak kekinian yang ujian hidup dizamannya sangat besar, jarang sekali yang dapat menghafalkannya. Padahal dahulu, surat Yasin adalah surat yang paling dikenal setelah Al Fatiha dan tiga surat terakhir. Pasti ada cerita mengapa Indah dapat hafal surat itu. Tentulah ia membaca surat Yasin disaat paling ingin mendapatkan ketenangan. Disaat paling bersedih dirinya. Indah melakukanya sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orangtua yang telah tiada. Ya, aku tela...

Suara Hati

Dengarkan suara hati lalu timbanglah dengannya. Apapun masalah kita, apapun yang telah kita lakukan, apapun yang kita harapkan, apapun itu. Benar atau tidaknya timbanglah dengan suara hati. Diam sejenak, merenungi setiap apa yang dilakukan dan dipikirkan. Jauh dari hiruk pikuk katanya-katanya. Hati adalah fitrah yang paling jujur akan kebenaran. Jikalaulah kita merasa tenang dan tentram akannya, maka teruskanlah. Dan jika sebaliknya, gelisah dan  gulana, maka hentikan dan perbaikilah. Saat ini, dikala semua bergerak dengan cepat, disaat semua bermain instan, terkadang kita terlupa untuk sejenak beristirahat. Saat ini, dikala semua menjadi serba tahu, disaat mesin pencari bergerak sepersekian menit, terkadang kita lupa akan pemberi jawaban sesungguhnya. Hati, iya hati kita. Ia sangat dekat, tetapi saat ini seolah terlupa untuk diajak bicara. Berkontemplasi istilahnya, sejenak saja. Merenungi setiap detik yang terlalui untuk mencari jawab. Aku, kamu,...