Langsung ke konten utama

Postingan

Mempelajari Al Quran

Al-Quran diturunkan dalam Bahasa Arab, Allah yang lebih mengetahui mengapa demikian. Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling indah. Meskipun saya sulit menjelaskan mengapa dikatakan indah, namun setidaknya aku paham mengapa. Semoga yang membaca dapat memaksakan diri untuk memaklumi maksud saya 😊 Tersebutlah sebuah cerita di sebuah kelas kursus Bahasa Arab. Awal pertemuan kurusu tentu didahului dengan sesi perkenalan. Hampir sebagian besar peserta kursus yang hadir telah memperkenalkan diri. Tinggal beberapa peserta yang duduk di barisan paling belakang. Lalu tibalah giliran seorang gadis bermuka pucat untuk memperkenalkan dirinya. “Assamualaikum warahmatullah wabarakatuh, perkenalkan nama saya Hunan Frisilia, saat ini kuliah semester dua di pasca sarjana UPI jurusan Fisika.” Hunan memperkenalkan diri. “Anti kuliah S2 Fisika, mengapa mau mengikuti kursus ini?” Tanya sang ustazdah yang telah siap memberikan materinya. “Saya ingin mempelajari Al Quran ustadzah, kan Bahasa Al...

Mengubah Diri Sendiri

Hari itu semua tertegun termasuk pemuda yang bertanya tadi. Sedangkan saya ikut terdiam sambil menekuri makna dari maksud pesan sang fasilitator. Iya, kala itu saya sedang mengikuti pelatihan guru ditingkat nasional. Senang rasanya dapat berkumpul dengan guru-guru di seluruh pelosok tanah air. Cerita-cerita bagaimana perjuangan mereka mengajar di daerah terpencil memberi keanekaragamaan warna dalam kelas mereka. Kembali kepada pemuda tadi, seorang guru dari salah satu kabupaten di pulau Sumatera. Guru baru yang sangat bersemangat. Kemampuan profesionalnya tidak perlu diragukan. Sepanjang pelaihan ia terlihat sangat aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan. Lalu sampailah pada sesi seorang fasilitator sepuh yang menyampaikan materinya. Saat itu materi tentang soal-soal HOTS yang sedang popular saat ini. Soal-soal High Order Thinking yang menguji penalaran, kreatifitas serta kemampuan tingkat tinggi lainnya. Soal-soal terkait dengan   materi yang diajarkan pada level SMA. ...

Ketenangan

Aku perhatikan Indah, ia hafal surah Yasin. Tak perlu membaca, gadis bermata sayu itu sudah dapat melafalkan setiap ayatnya mengikuti suara keras pak Ustadz yang memimpin membaca Yasin. “Indah hebat, bisa hafal surat Yasin. Rutin membacanya ya?” Sambil tersenyum aku mengapresiasi Indah sekaligus memastikan. “Dulu bu, waktu mama meninggal Indah setiap hari membaca Yasin. Kalau sekarang setiap malam Jum’at saja.” Indah menjelaskan. Sesuai dugaanku, saat ini biasanya hanya orang-orang tua yang hafal surat Yasin. Anak-anak kekinian yang ujian hidup dizamannya sangat besar, jarang sekali yang dapat menghafalkannya. Padahal dahulu, surat Yasin adalah surat yang paling dikenal setelah Al Fatiha dan tiga surat terakhir. Pasti ada cerita mengapa Indah dapat hafal surat itu. Tentulah ia membaca surat Yasin disaat paling ingin mendapatkan ketenangan. Disaat paling bersedih dirinya. Indah melakukanya sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orangtua yang telah tiada. Ya, aku tela...

Suara Hati

Dengarkan suara hati lalu timbanglah dengannya. Apapun masalah kita, apapun yang telah kita lakukan, apapun yang kita harapkan, apapun itu. Benar atau tidaknya timbanglah dengan suara hati. Diam sejenak, merenungi setiap apa yang dilakukan dan dipikirkan. Jauh dari hiruk pikuk katanya-katanya. Hati adalah fitrah yang paling jujur akan kebenaran. Jikalaulah kita merasa tenang dan tentram akannya, maka teruskanlah. Dan jika sebaliknya, gelisah dan  gulana, maka hentikan dan perbaikilah. Saat ini, dikala semua bergerak dengan cepat, disaat semua bermain instan, terkadang kita terlupa untuk sejenak beristirahat. Saat ini, dikala semua menjadi serba tahu, disaat mesin pencari bergerak sepersekian menit, terkadang kita lupa akan pemberi jawaban sesungguhnya. Hati, iya hati kita. Ia sangat dekat, tetapi saat ini seolah terlupa untuk diajak bicara. Berkontemplasi istilahnya, sejenak saja. Merenungi setiap detik yang terlalui untuk mencari jawab. Aku, kamu,...

Cermati, Sadari, Lalu Syukuri

“Nak, Allah itu Maha Adil, Dia pasti telah menciptakan kita dengan kelebihan kita masing-masing. Cuma terkadang pikiran kita tentang nikmat Allah yang dilebihkan kepada kita dan tidak didapat orang lain itu belum terpikirkan.” Kalimat ini sering sekali saya ulang-ulang ketika memotivasi siswa. Meskipun sebenarnya tujuannya adalah penekanan kepada saya sendiri. Mengingatkan kembali untuk lebih banyak bersyukur. Anak-anak yang selalu dititipkan kepadaku sebagai wali kelasnya adalah anak-anak unggulan. Anak-anak dengan nilai paling   tinggi yang mendaftar di sekolah itu dirangking sampai tingkatan ke-30 terbaik, lalu dipagkas masuk kelas itu. Atmosfer kelas   sangat kompetitif, study oriented sering menjadi momok bagi penghuninya. Semua hampir lengkap. Kandidat-kandidat peserta OSN, O2SN, FL2SN, lomba debat, lomba literasi, lomba KIR dan semua kompetisi siswa   selalu diincar dari kelas unggulan ini. Mereka yang terbaik. Akan tetapi tentunya dalam satu kelas tidak...

Menjaga Sholat Rawatib

Mata Cerah membulat memberi arti yang berbeda, tetapi seperti biasa ia hanya diam. Apa yang salah pikirku. Cerah yang selama ini sangat menjaga lisan. Selalu berprasangka baik dan berpikir sebelum bertanya atau menghakimi. Pasti ada sesuatu yang salah yang telah aku lakukan. Minimal sesuatu yang membuat Cerah sangat ingin bertanya namun karena akhlaknya, ia hanya diam dengan tatapan demikian. Cerah kembali ke kamarnya, meninggalkan aku dengan sebuah pertanyaan.   Memang kamar kami bersebelahan. Jika telah masuk waktu sholat, maka sholat berjama’ah biasa dilakukan di kamar salah satu dari kami. Sambil melipat mukena dan merapikan sajadah aku berpikir. Apa yang mengganggu pikiran Cerah. Seketika aku tersenyum dan menjadi sangat malu. Aku ini apa-apaan. Apakah aku sakit, atau butuh Aqua? Akhirnya aku tergelak sendiri, sambil menutup muka dengan mukena yang baru saja aku lipat. Rupanya bulat mata Cerah ingin bertanya, sholat apa yang sedang aku kerjakan. Kami baru saja sholat...

Makanan Halal dan Thoyyib Itu Konjungsi

Apakah yang halal itu sudah pasti baik? Apakah yang baik itu sudah pasti halal? Hubungan keduanya bukanlah implikasi atau biimpilkasi. Kedua jenis syarat ini adalah konjungsi. Mutlak kedua-duanya harus ada. Masih ingat pelajaran Matematika tentang ini. Konjungsi, lambangnya   berupa simbiol ê“¥. Biasanya dihubungkan dengan kata hubung ‘dan’. Perhatikan Adapun tabel nilai kebenaran konjungsi berikut ini: p q p ê“¥ q B B B B S S S B S S S S Perhatikan tabel di atas. Hanya pernyataan p yang bernilai benar dan pernyataan q yang bernilai benar saja yang akan bernilai benar. Selainnya adalah salah. Salah satu salah maka akan salah. Apalagi jika keduanya bernilai salah, tentu saja menjadi salah. Jadi hanya ketika kedua pernyataan benar, maka akan benar. Terkait dengan hubungan makanana halal dan tayyib maka akan sama dengan konjungsi di atas. Perhatikan tabel nilai kebenarannya di...