Langsung ke konten utama

Mencoret dengan Benar

Meneruskan tulisan lalu tentang miskonsepsi. Berbagai istilah yang digunakan guru dalam menjelaskan materi terkadang menjadi bumerang bagi siswa. Contoh sederhananya adalah istilah mencoret. Sejak siswa berada di bangku SD dan SMP terbiasa dengan istilah mencoret dan habis.

Sebenarnya istilah mencoret dan habis ini tidaklah salah. Guru berniat memudahkan siswa untuk mengingat, namun jika tidak berhati-hati maka siswa akan membuat kesalahan konsep pada operasi bilangan. Berikut disajikan dua cara mencoret yang sering dilakukan siswa.

Mencoret dengan hasil benar

Mencoret dengan hasil salah

Contoh pengerjaan soal siswa di atas memberikan pengertian bahwa siswa berpikir ketika dilakukan kegiatan mencoret maka bilangan tersebut menjadi hilang atau istilah siswa habis. Padahal bilangan itu sendiri tidak habis namun habis dibagi menjadi satu. Angka satu ini yang sering diabaikan sehingga pada soal-soal atau permasalahan berbeda akan menjadi salah.



Mencoret dengan tetap menampilkan angka satu sebagai hasil pembagian
Proses menjelaskan pada gambar di atas jauh lebih baik. Guru perlu menekankan masih terdapatnya angka satu sebagai hasil pembagian. Guru juga sebaiknya tidak merekomendasikan siswa untuk sering melakukan proses mencoret. Karena masih banyak siswa yang belum matang memahami konsep operasi bilangan.

Komentar